Mengenal dan Paham Disleksia
Tim RBeBe - 22 January 2026
Seorang anak yang akan berusia remaja dan sudah bersekolah sejak usia dini, ditempatkan di kelas yang tidak sesuai dengan umurnya. Guru-guru di sekolah tersebut bingung kenapa anak tersebut belum bisa membaca dan menulis. Kelas tambahan diadakan, tahun demi tahun berlalu, namun anak tersebut tetap tidak bisa mengikuti pelajaran baca tulis yang diberikan. Anak tersebut tampak normal layaknya teman sebayanya, bedanya ia belum bisa membaca dan menulis. Entah kenapa seluruh guru di sekolah dekat perkotaan tersebut-yang semuanya mempunyai gawai-, tidak mengenal disleksia.
Klik Disleksia @wikipedia yaitu gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak yang terlihat jelas di usia 7 hingga 8 tahun. Konon disleksia terdapat pada 5 sampai 15% orang di dunia, bahkan lebih banyak karena banyak yang tidak menyadari terkait disleksia. Di Indonesia konon setiap 10 anak, terdapat 1 sampai 2 dengan disleksia.
Penyebab: Disleksia⚠️bukan penyakit, melainkan perbedaan cara otak berpikir terkait simbol bahasa yang memang dimiliki sejak lahir. Disleksia bukan tanda bahwa anak malas ataupun tanda kecerdasan rendah.
Tidak perlu malu mengakui kondisi disleksia, sebaliknya banyak orang dengan disleksia memiliki kecerdasan normal atau bahkan tinggi, yaitu sangat cerdas.
Banyak tokoh berprestasi yang memiliki disleksia seperti Thomas Edison, Albert Einstein, Leonardo da Vinci, Steve Jobs, Steven Spielberg, Keira Knightley, Deddy Corbuzier, Tamara Bleszynski dan banyak lagi.
Disleksia adalah perbedaan cara kerja otak dalam memproses bahasa tertulis, membaca dan menulis, terutama:
-
Menghubungkan antara huruf dan bunyi
-
Mengingat urutan huruf
-
Mengeja dan membaca dengan lancar
Seorang dengan disleksia:
-
Lambat mengenali huruf
-
Sering tertukar: b–d, p–q, m–n
Tes disleksia: bila seseorang yang sudah mengenal huruf b, d, q, p, coba minta membaca qbpdbqbp, bila kesulitan, maka kemungkinan ia disleksia. |
-
Sulit menggabungkan bunyi seperti: b + a = ba
-
Membaca terputus-putus, susah “mengeja”
-
Cepat lelah saat membaca
-
Sulit memahami teks panjang
Sehingga saat menulis sering terlihat:
-
huruf terbalik
-
urutan huruf salah (bisa → bias)
-
ejaan kacau
-
tulisan lambat
-
sulit menyalin kalimat
Kenali Disleksia Sejak DiniTanda awal di usia 4–7 tahun, perlu diperhatikan bila anak:
Kalau itemukan satu atau dua tanda, belum tentu disleksia, mungkin hanya keterlambatan proses baca tulis. Bila ditemukan banyak tanda dan menetap, terus ada dalam jangka panjang, maka bisa jadi seseorang memiliki disleksia. |
Kenyataannya Orang dengan Disleksia Bisa Sukses
✅ Membaca lancar
✅ Menulis cukup baik
✅ Berprestasi tinggi di berbagai bidang
Karena bukan penyakit maka tidak bisa “disembuhkan”, tetapi:
kemampuan membaca & menulis bisa ditingkatkan dengan metode yang tepat
Metode yang membantu belajar membaca orang dengan disleksia:
-
Fonik sistematis (huruf → bunyi)
-
Multisensori (lihat + dengar + sentuh + gerak)
-
Pengulangan terstruktur
-
Tempo belajar lambat dan bertahap
-
Belajar tanpa tekanan, dibuat menyenangkan
Yang paling penting dari orang tua, guru dan teman-teman:
|
Klik Belajar Baca Tulis Disleksia @rbebe.id
Artikel ini bagian dari (klik) Susunan Konten Disleksia @rbebe.id. Kiranya bermanfaat. Terus semangat. Merdeka Maju Berdaya.
(Tim RBeBe)
Masukan dan saran mohon sampaikan kepada kami. Terimakasih.
Mari bantu (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.


