Tim RBeBe - 25 January 2026
Cara mengajar siswa disleksia dalam belajar membaca tentu berbeda pada siswa non disleksia.
Agar orang dengan disleksia dapat membaca dan menulis maka perlu pendekatan belajar campuran yaitu: fonik* + multisensori** + secara bertahap (terinspirasi Orton–Gillingham).
*Pendekatan belajar membaca dan menulis yang mengajarkan hubungan antara huruf (grafem) dan bunyinya (fonem).
**Melibatkan penggunaan lebih dari satu indra (mata/penglihatan, kuping/pendengaran, kulit/perasa/sentuhan, otot/gerakan).
|
METODE “LIHAT – DENGAR – SENTUH – GERAK”
⏱ Durasi: 10–15 menit (untuk usia: 5–10 tahun, bisa disesuaikan sesuai daya tahan belajar siswa)
📅 Frekuensi: 4–6 kali/minggu
Urutan yang disarankan untuk disleksia
-
Huruf dengan bunyi vokal: a i u e o
-
Huruf kecil konsonan mudah (sedikit dulu) seperti m, b, p, t, n, l
-
Satu suku kata sederhana (KV) seperti: ma mi mu, ba bi bu
-
Kata pendek bermakna: mama, bola, buku
-
Lalu secara bertahap tambah dengan huruf dan ejaan lainnya (ikuti no 2 sampai 4 diatas, dengan huruf dan ejaan lain)
-
Buat kalimat pendek
-
Mulai kenalkan huruf besar
-
Mulai kenalkan penggunaan “ng”, “ny”,
Praktek menulis bisa diberikan bersamaan dengan gerakan yang dilakukan.
-
Lihat huruf b
-
Ucap /b/
-
Raba bentuknya
-
Menulis mengikuti arah panah
SETIAP SESI LAKUKAN
1️⃣Pemanasan (2 menit)
2️⃣Huruf & bunyi (4 menit)
3️⃣Suku kata (4 menit)
4️⃣Kata & permainan (3–5 menit)
|
1️⃣ PEMANASAN (aktifkan otak bahasa)
Tujuan: menyiapkan otak untuk bunyi bahasa
Contoh:
-
Tepuk suku kata: bo-la, bu-ku, i-bu
-
Tebak bunyi awal: “mobil mulai dengan bunyi apa?” → /m/ atau "m dipakai buat kata apa?" (bisa mobil, mama DLL)
-
Nyanyi dengan huruf vokal: a i u e o
2️⃣ HURUF & BUNYI (multisensori)
Gunakan alat seperti: kartu huruf, pasir / tepung / beras, spidol.
Cara: Misalnya huruf m
-
👀 Siswa melihat huruf m
-
👂 Pengajar: “ini bunyinya /mmm/”
-
👄 Siswa menirukan mmm
-
✋ Siswa menulis huruf di papan, di pasir, di udara sembari menyebut bunyi mmm lagi, sambil melihat bentuknya
⚠️ Fokusnya adalah bunyi huruf
|
3️⃣ SUKU KATA (perlahan & berulang)
Gabungkan:
m + a (bukan em + a tapi mmm+ a) = ma
m + i (bukan em + i tapi mmm+ i)= mi
Gunakan kartu:
ma – mi – mu – me – mo
Permainan:
-
Susun kartu ma – mi – mu – me – mo jadi titik melompat
-
Lompat sambil membaca
-
Tebak dengan kartu/huruf dibalik (sehingga siswa bisa memandang dari berbagai sudut pandang)
4️⃣ KATA SEDERHANA
Contoh kata: mama, mimi, mata, meja
Teknik:
-
Tutup sebagian kata
-
Baca pelan (tidak asal menebak)
-
Ulangi 2–3 kali
|
CONTOH JADWAL 1 MINGGU
Hari
|
Materi
|
Senin
|
huruf a i u
|
Selasa
|
huruf m
|
Rabu
|
ma mi
|
Kamis
|
mu me
|
Jumat
|
kata: mama
|
Sabtu
|
ulangi
|
Minggu
|
main baca
|
HARAP DIINGAT✅
-
Satu konsep per sesi✅
-
Jangan campur banyak huruf✅
-
Huruf mirip jangan diajarkan bersamaan✅
-
Pisahkan: b – d | p – q | m – n✅
-
Gunakan bantuan visual✅
-
Warna berbeda untuk vokal & konsonan✅
-
Kartu besar✅
-
Bentuk font standar, sederhana✅
Kesalahan & Kelambatan Adalah Normal
❌
|
✅
|
“kok salah terus”
|
“ayo kita ulang pelan-pelan”
|
Selasa
|
huruf m
|
Rabu
|
ma mi
|
Kamis
|
mu me
|
Jumat
|
kata: mama
|
Sabtu
|
ulangi
|
Minggu
|
main baca
|
🎯CONTOH PERMAINAN MULTISENSORI🎯
Dengan bermain multisensori, proses belajar siswa disleksia akan lebih nyaman dan bertumbuh. Berikut contohnya:
-
Berburu huruf, suku kata DLL: Sembunyikan beri petunjuk dan cari (Contoh huruf "m" atau kata "meja" disembunyikan dekat sebuah meja)
-
Huruf tubuh: Bentuk huruf dengan badan atau tangan
-
Jalan huruf, suku kata: Lantai ditempel kartu huruf (a, b, c) , suku kata (ma–mi–mu, me-ja)
-
Kotak bunyi: Masukkan kata sesuai kotak huruf (kata "obat" ditaruh ke kotak "o")
Proporsi latihan untuk disleksia:
-
50% membaca
-
40% menulis
-
10% permainan fonologi
|
TANDA PROSES BELAJAR SISWA BERHASIL
-
Berani terus membaca dan menulis
-
Mau mencoba, walaupun sering salah
-
Mulai mengenali pola
-
Kemajuan stabil, walau perlahan dan kecil.
Kiranya bermanfaat. Terus semangat. Merdeka Maju Berdaya
(Tim RBeBe)
Masukan dan saran mohon sampaikan kepada kami. Terimakasih.
Mari bantu (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.