Pemahaman Baca Tulis dan Panduan Belajar Bertahap

Tim RBeBe - 30 May 2022

Mengajarkan Baca dan Tulis itu seperti mengajarkan tentang simbol-simbol yang mempunyai arti dan makna, dimana bisa berdiri sendiri dan saat digabungkan akan berbeda arti dan maknanya. Contoh 'B' adalah huruf kedua dalam alfabet, saat digabung dengan A dan U menjadi BAU mempunyai arti dan makna sendiri. 

Belajar Baca dan Tulis juga mengajarkan suatu tata aturan. Seseorang harus mengartikan sesuatu sesuai aturan yang ada agar benar, bila melanggar tata aturan, tersebut maka akan dianggap salah. Contohnya, BAU kalau dibaca ABU akan dianggap salah

Sesuai arahan para ahli perkembangan & pertumbuhan anak, serta dikuatkan dengan peraturan pemerintah, maka pelajaran membaca dan menulis mulai diajarkan di kelas 1 SD (klik Potensi Bahaya Belajar Baca Tulis).

Tahapan Belajar Baca:

  1. Kenalkan huruf dahulu (bisa huruf kecil dan huruf besar) 

  2. Mulai membaca satu suku kata (ba, du, mi, dan seterusnya) 

  3. Mulai ditambah dengan huruf mati atau hidup (bas, tar, dua, mio, dan seterusnya)

  4. Kenalkan satu suku kata dengan ng dan ny (nga, nya, tang, dan seterusnya)

  5. Berlatih dua suku kata sampai tiga suku kata (buku, celana dan seterusnya)

  6. Berlatih ng dan ny dengan dua (dan lebih dari dua) suku kata (bunga, nyanyi, dan seterusnya)

  7. Mulai membaca tanpa mengeja

  8. Mulai membaca kalimat sederhana dan diteruskan sampai kalimat panjang

Dalam belajar membaca perhatikan:

  • Mana yang didahulukan antara huruf kecil atau besar tergantung masing-masing pihak dengan alasan masing-masing (contoh: membiasakan membaca dengan tulisan nama toko, rambu, nama jalan dan berbagai tulisan di jalan yang biasanya didominasi dengan huruf besar, sementara bila membiasakan membaca pada buku bacaan, sebaiknya dimulai dengan huruf kecil). Apapun pilihannya pada akhirnya kedua jenis tersebut (kecil dan besar) perlu disandingkan untuk dihapalkan bersamaan.

  • Beberapa pihak ada yang memberikan pelajaran awal tidak dengan pengenalan huruf namun dengan langsung membaca suku kata, dengan alasan hal itu lebih efektif (kembali lagi, ini tergantung pada masing-masing pihak, semua ada kelebihan dan kekurangannya).

  • Cara membaca dengan fonik bisa diberikan, yaitu pengenalan huruf, suara dan gabungan keduanya (contohnya R yang dibaca ER diberi pemahaman bunyinya adalah Rrr atau S yang dibaca ES kasih pemahaman baca dengan Sss dan seterusnya)

Tahapan Belajar Menulis

  1. Awali dengan menggambar berbagai garis dan bentuk (membiasakan dan menghaluskan gerak motorik)

  2. Mulai menulis dengan huruf besar maupun kecil

  3. Praktek dari menulis nama sendiri dan benda-benda sekitar

  4. Menulis memakai bantuan garis (seperti buku menulis rapi) agar tulisan lebih rapi

  5. Mulai menulis dari kata-kata pendek dilanjutkan dengan kalimat

Lakukan pengajaran dengan kreatif dan menyenangkan

  • Paduan antara mendengar, bernyanyi, bergerak-bermain, melihat gambar dan tayangan video

  • Tempelan/stiker yang ditempelkan pada benda-benda disekitar dengan nama benda tersebut akan sangat membantu

  • Membaca kisah-kisah singkat yang penuh gambar dan warna

  • Menulis dengan berbagai warna

  • Menulis dengan panduan gambar (contoh: terdapat gambar ayam untuk ditulis ayam pada bagian bawahnya)

Klik Disleksia dan Potensi Gangguan Lain Saat Belajar Baca Tulis.

Klik Susunan Materi Belajar Baca Tulis (rbebe.id). Kiranya bermanfaat. Terus semangat. Merdeka Maju Berdaya.

(Tim RBeBe)

Kritik saran mohon sampaikan kepada kami, terimakasih.

Mari bersama (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.