Kesehatan Fisik-Jasmani Bayi

Tim RBeBe - 07 September 2023

"Wah selamat ya", "Aduh lucunya", "Senangnya punya momongan" dan seterusnya. Orangtua boleh gembira dan bahagia namun jangan lupa untuk bersiap menghadapi tugas dan tanggungjawab besar. Merawat bayi itu luar biasa perjuangannya, waktu, tenaga, pikiran dan biaya bisa terkuras habis.

1000 Hari Pertama Kehidupan/HPK

1000 HPK ini terkait untuk pencegahan stunting (klik untuk penjelasan di situs Kementerian Kesehatan/Kemenkes). Dimulai saat 9 bulan janin berada di perut seseorang (bahkan kondisi seseorang sebelum masa kehamilan juga berperan penting) sampai 2 tahun pertama setelah kelahiran, adalah saat-saat berharga dan sensitif untuk membuat bayi bertumbuh sehat dan optimal. Dalam masa pondasi pertumbuhan tersebut, Imunitas bayi masih rendah. Si kecil sedang membangun daya tahannya, untuk itu perlu ekstra perhatian agar ia tetap sehat dengan gizi serta perawatan yang baik dan benar.

Pantau, Kontrol, Siaga

Dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang diterbitkan Kemenkes, terdapat pedoman lengkap untuk memantau perkembangan hingga cara merawat bayi. Diharapkan setiap bulan bayi dikontrol kesehatannya di Klinik, Bidan, Puskesmas atau Rumah Sakit/RS. Orangtua siaga untuk kesehatan dan tumbuh kembang bayi secara optimal. Dapatkan buku KIA di Klinik, Bidan, Puskesmas ataupun RS atau Klik Buku KIA 2021 aimi-asi.org untuk mengunduh dan mencetak mandiri.

Berikut hal-hal yang diperlukan (dirangkum dari berbagai sumber), agar si mungil sehat.

  • Makan-minum cukup, bersih dan sehat (baca: Makanan Minuman Bayi)

  • Cek kadar bilirubin normal, yaitu dibawah 5 mg/dL. Bila bilirubin tinggi biasanya kulit bayi terlihat kuning (ada yang menyebut sakit kuning), ini bisa menyebabkan kerusakan otak atau hati bayi. Bila bilirubin diatas 10mg/dL pada bayi 1 hari atau diatas 20mg/dL usia 3 hari maka perlu penanganan medis.

  • Jemur bayi 10 sampai 15 menit setiap pagi hari sebelum pukul 10 atau setelah pukul 3 sore (menghindari dampak kulit terbakar), untuk mendapat asupan vitamin D. 

    • Bila bayi bekulit putih apalagi ras non Indonesia, dianjurkan hanya 30 menit total perminggu.

    • Gunakan penutup kepala dan lindungi mata bayi. Bisa tetap gunakan pakaian pendek, menurut para ahli bagian tangan dan kaki bayi cukup menyerap paparan sinar.

    • Bayi bisa dijemur di luar ruangan atau dalam ruangan yang langsung terpapar sinar matahari.

Jaga Selalu Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan Sekitar Bayi

 Kamar bebas debu
  • Alas kaki luar rumah yang berpotensi bawa debu dan kotoran, usahakan tidak masuk rumah atau kamar bayi

  • Saat membersihkan ruangan ungsikan dahulu si mungil. Kalau tidak bisa, lebih baik gunakan lap atau pel basah (bukan kemoceng atau sapu), agar debu tidak bertebaran namun langsung diserap air

Rajin mencuci tangan/tangan bersih bagi siapa saja yang memegang bayi

  • Bagian tangan dan muka bayi adalah bagian sensitif yang bisa menghantar virus, buat tamu hindari menyentuh area ini.

  • Sediakan pencuci tangan yang mudah dijangkau

  • Rajin mengelap perabotan khususnya yang sering berdebu (kasa jendela, kipas, filter AC dll)

  • Usahakan suhu ruangan yang sejuk (tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin) Aliran udara usahakan mengalir baik, bila diperlukan dan memungkinkan, pasang exhaust agar sirkulasi udara mengalir baik

  • Bila diperlukan dan memungkinkan bisa memasang pemurni udara

  • Jauhkan bayi dari jangkauan paparan radiasi alat elektronik termasuk handphone

  • Jaga keheningan dan kenyamanan lokasi tidur bayi, agar bisa tidur nyenyak sepanjang hari sampai 1 bulan pertama usianya, 14-15 jam/hari saat 1-12 bulan, 12-13 jam sehari saat 1-5 tahun. Usahakan waktu tidur yang konsisten/tidak berubah-ubah. 

Klik Posisi Tidur Bayi & Bahayanya (SKWAD Parents).

Jaga Selalu Kebersihan Tubuh bayi

  • Mandi dengan air hangat. Di awal kelahirannya tidak perlu/harus dimandikan setiap hari, kulit bayi masih sangat sensitif. 

  • Untuk yang baru lahir, jaga kebersihan tali pusar sebelum nanti putus dengan sendirinya. Pastikan bersih dengan air hangat dan bisa ditambah sabun ringan, lalu keringkan, bisa menggunakan perban steril. Tidak diberi atau dibungkus apapun.

  • Tubuh bayi perlu selalu hangat (namun tidak kepanasan), setelah membersihkan atau memandikan bayi, langsung berikan minyak telon dan pakaian agar tubuhnya kembali hangat.

  • Kenakan pakaian bersih, nyaman dan sehat, hindari berbagai pewangi yang mengandung kimia. Pakaian usahakan yang hangat, khususnya bagi bayi yang baru lahir, namun tidak terlalu panas (untuk melihat bayi nyaman bisa diperhatikan dari gerak bayi dan tidak ada keringat yang keluar)

  • Rajin memeriksa popok bayi untuk rutin diganti, terutama saat basah. Di awal kelahirannya bayi bisa BAB 2 sampai 12 kali sehari. Setelah 4 bulan bayi BAB dua kali sehari. Walau kadang juga bisa sampai dua hari sekali.

    • Beberapa hari pertama feses atau kotoran bayi biasanya berwarna hijau gelap dan lengket, ini normal karena ia mengeluarkan kotoran awal tubuhnya. Setelah itu warnanya akan berubah hijau kekuningan

    • Hati-hati bila bayi sembelit dan frekuensi buang air nya berkurang

    • Untuk bayi perempuan ekstra perhatikan kebersihan seputar organ kemaluannya

    • Bersihkan feses bayi dengan tisue basah, atau bisa juga dengan kapas bulat atau kain lembut yang diberi air hangat.

    • Dalam sehari bayi. khususnya yang baru lahir, bisa berganti popok sampai 6 kali

  • Hindari ruam bayi dengan menjaga kebersihan dan kesejukan bayi agar tidak berkeringat, kalaupun berkeringat tidak dibiarkan lama.

  • Kalau bisa hindari pemakaian bedak. Bedak mengandung partikel kecil yang bisa dihirup bayi. 

  • Gunting kuku bayi yang panjang dengan ekstra hati-hati

  • Sikat gigi bayi yang mulai tumbuh dengan sikat khusus dan air hangat. Bila gigi belum tumbuh bisa gunakan kain lembut yang diberi air hangat untuk memberihkan lidah dan mulut bayi.

Perkembangan Motorik Bayi

Usia 0-3 bulan

  • Membuka mata, mengikuti objek bergerak, kepala menoleh kanan kiri, menatap objek/wajah didepannya, memandang tangan

  • Bersuara Oo, aa, ee

  • Menendang, mengenggam, mengulurkan tangan

  • Mengangkat kepala sejenak saat ditengkurapkan

  • Tersenyum, tertawa

Usia 4-6 bulan

  • Tengkurap sendiri

  • Berguling, mengangkat kepala dan dada lebih lama

  • Meraih-menggapai benda

  • Menoleh bila ada suara

  • Memasukkan benda-benda ke mulut

Usia 6-9 bulan

  • Duduk tanpa berpegangan

  • Melambaikan tangan 

  • Mengambil dengan tangan kanan dan (atau) kiri

  • Berdiri dengan berpegangan

Usia 10-12 bulan

  • Berdiri tanpa berpegangan

  • Memukulkan tangan

  • Menunjuk, bertepuk tangan

  • Berkata 2 suku kata (mama/papa/lainnya)

  • Bermain dengan orang lain

  • Memasukkan barang ke wadah

  • Minum dari sedotan

Usia 12-15 bulan

  • Mulai berjalan

  • Mencorat-coret

  • Minum dari gelas

  • Memasukkan makanan dari sendok

Tahapan perkembangan motorik diatas adalah panduan yang tentu tidak selalu persis seperti demikian, banyak perkembangan bayi yang melewati waktu yang tertulis diatas, namun tetap baik dan optimal perkembangan secara keseluruhan. Faktor perkembangan anak sangat berbeda-beda sesuai faktor bawaan, lingkungan dan pengasuhan. Yang perlu diwaspadai bila perkembangannya jauh melewati perkiraan waktu diatas. Klik Susunan Materi Kesehatan Bayi.

Semoga bermanfaat. Tetap semangat.

(Tim Rbebe)

Kritik dan masukan mohon sampaikan kepada kami. Terimakasih.

Mari bantu (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.