Pertobatan Itu Kemerdekaan Sejati. Yuk "Kembali"

Tim RBeBe - 28 March 2024

(Gambar: Potongan cover buku karya Fajar Istiqlal)

Ngapain sih tobat-tobat segala?

Lu mah kagak tahu rasanya merdeka

Tau lah, kan sudah dari dulu Indonesia merdeka

Merdeka yang sejati brader, saat orang bertobat, ia kembali ke jalan yang bahagia, hidup bermakna, adem ayem tenang damai di hati, ia tidak terintimidasi sama uang, kuasa, jabatan, popularitas, sama keadaan, sama orang yang ngeselin kayak lu, dia tetap semangat merdeka, maju, berdaya.

Narasi lu ga enak ke gue

he he, becanda brader

PEMBAHASAN

Kaum muda (plus orangtua ga tahu diri) biasanya masih ingin senang-senang, ingin enak-enak, ingin 'nakal' dulu mumpung masih bisa. Nasihat "biar jadi orang baik" atau "biar masuk surga" terasa klise. 

Pertobatan @Wikipedia menjelaskan makna tobat dari bahasa Arab dan Yunani. Kata "tobat' terasa tidak nyaman di sebagian telinga, terlalu formil, sok suci dan seterusnya, bila demikian kata "tobat" bisa diganti dengan "kembali" ke jalan bersih, terang dan mulia, karena pada awalnya manusia demikian/berasal dari kondisi tersebut.

Tomat Yang Mana

Dalam banyak agama, ada saat-saat tertentu untuk menggiatkan pertobatan, berpuasa, berpantang, menahan nafsu dan ego, namun banyak yang melakukannya karena ikut-ikutan saja, karena keadaan, terpaksa, agar tampak baik, mengejar "pahala" (di waktu tertentu) atau sebab lain yang tidak sepenuh hati, "anget-anget tai ayam", mudah berubah lagi, tidak sejati, ada yang mengistilahkan TOMAT yaitu TObat tapi kumAT lagi.

Tuhan Yang Maha Tahu dan Maha Bijak tidak akan melihat nilai seseorang dari saat tertentu saja, ia melihat 'karakter asli' orang tersebut dan tidak tertipu dengan 'tobat sementara'. Ia tentu tahu hati mana yang masih belum konsisten, munafik dan mana yang berusaha benar. Pertobatan itu proses terus menerus "kembali" sepanjang masih hidup atau TOMAT yaitu TObat sampai MATi.

Pertobatan dalam Islam -@Wikipedia

PONDASI PERTOBATAN ADALAH KERENDAHAN HATI

Merasakan Dan Sadar

  • Bahwa diri penuh dengan kesombongan, keburukan, kekurangan, kelemahan, bahwa dunia penuh dengan godaan keburukan

  • Bahwa kesombongan dan keburukan merugikan diri sendiri, memberi dampak negatif pada tubuh, hati pikiran, kehidupan dan relasi dengan sesama dan Pencipta Yang Maha Pengasih

  • Bahwa semakin lama berada dalam keburukan, semakin gelap kehidupan, semakin jauh dari kebaikan, semakin tersesat dan sulit untuk kembali

  • Kerendahan hati untuk menuju pertobatan selaras dengan kesederhanaan

  • Bagi umat beragama dan berketuhanan, kerendahan hati terkait dengan iman, kepercayaan, doa, ibadah dan taqwa.

Tahu Tujuan Pertobatan

  • Pikiran dan hati menjadi tenang dan damai, bebas intimidasi, merdeka dari segala tekanan

  • Mempunyai relasi yang hangat, dalam dan berkualitas dengan sesama dan khususnya Pencipta

  • Kehidupan menjadi lebih berkualitas dan produktif

  • Tubuh menjadi (lebih) sehat

  • Bagi yang mengimaninya tentu agar terhindar neraka dan masuk surga.

GIGIH BERJUANG, JATUH BANGUN, TERUS PERCAYA

Proses menuju "kembali" penuh tantangan dan perjuangan tak semudah niatnya. Kebiasaan buruk seperti bergosip, pemarah, berkata kotor, kasar, iri dengki, makan minum yang buruk, judi, suka tayangan negatif, curang, berbohong, malas, korupsi, tidak jujur, egois, ego hati, sombong, suka bermewahan, tak bertanggung jawab dan seterusnya, tentu tidak akan mudah menanggalkannya secara konsisten.

Bagaimana Bisa Sukses "Kembali"?

Setelah kerendahan hati diusahakan, lalu:

  • Pahami karakter otak/pola pikir dan hati, dimana sikap perilaku manusia dikontrol. Bangun pondasi pola berpikir yang sehat, positif, baik dan kuat

  • Miliki kesadaran yang penuh dan tujuan yang kuat. Bila ada trauma dan masa lalu buruk, atau secara genetik dan kimiawi otak, mempunyai kekurangan, usaha atasi dan bila perlu cari bantuan

  • Jaga pandangan dan telinga, tinggalkan lingkungan yang membawa keburukan dan dekati lingkungan yang mengarahkan pada kebaikan

  • Hindari dan menjauh dari faktor pemicu keburukan (manusia gampang tergoda) apakah itu orang, lingkungan sampai barang. Saat seseorang terbelenggu oleh lingkungan, orang atau barang yang buruk maka ia bisa terikat dan tenggelam

  • Berkumpul dengan orang-orang yang aman dan mendukung (contohnya bagi perokok yang ingin bebas rokok, maka sebisa mungkin jauhi para perokok dan penjual rokok, bergabunglah dengan orang-orang yang tidak merokok)

  • Bangunlah kebiasaan aktif dan positif (berdoa, berolahraga, berpuasa, berkegiatan sosial, komunitas positif atau sejenisnya), kegiatan yang aktif akan mengatasi godaan, kegiatan yang positif akan membangun diri

Klik  Pemahaman Puasa, Kesehatan & Jenisnya  (rbebe.id) 

  • Hidup efektif, efisien yaitu gaya hidup sederhana (gaya hidup mewah lekat dengan godaan dan keterlupaan)

  • Mendengar, menerima kritik, bersabar, berlatih menahan diri, tidak mengumbar nafsu, terus membangun dan menjaga pikiran, ucapan dan perilaku

  • Saat jatuh bangun kembali, saat lelah, istirahat, setelah pulih, berjalan maju kembali.

Saat anda sudah 'kembali' bagaimana mempertahankannya?

  • Jalin relasi kuat dengan orang, lingkungan yang positif dan terutama (bagi yang mengimani) Tuhan yang maha kuasa

  • Berempati pada kesusahan orang lain dan beraksi (ini akan menguatkan akar positif diri)

  • Aktif dan berusaha menjalani peran kehidupan sebaik-baiknya (yang juga akan memberi teladan baik)

  • Tetap belajar, tetap rendah hati, terus berbagi (pengalaman, waktu, tenaga, kisah dan hal baik lainnya), evaluasi dan berefleksi.

Selamat menjalani pertobatan, kembali menuju cahaya, damai berbahagia. Kiranya bermanfaat, terus semangat.

(Tim RBeBe)

Kritik dan masukan mohon sampaikan kepada kami. Terimakasih.

Mari bantu (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.