Outward Bound Indonesia, Sejarah dan Tujuannya
Tim RBeBe - 27 October 2025
Istilah "Outbound" yang sering diucapkan orang Indonesia, diidentikkan dengan kegiatan seru di alam terbuka. Istilah tersebut ternyata berasal dari program Outward Bound Indonesia (OBI) yang merupakan bagian Outward Bound International yang berawal di Inggris pada tahun 1941 oleh pendidik asal Jerman, Dr. Kurt Hahn.
Outward Bound Indonesia
Outward Bound Indonesia (OBI) adalah organisasi pendidikan luar ruangan kelas dunia yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang menantang di lingkungan asing atau alam terbuka. Didirikan pada tahun 1990 oleh Djoko Kusumowidagdo.
Filosofi dasarnya sederhana namun kuat: dengan menempatkan individu di luar zona nyaman dan menghadapkannya pada tantangan alam yang terstruktur, mereka akan menemukan potensi diri, membangun karakter, dan mengasah keterampilan kepemimpinan.
Di situs Outward Bound Indonesia terdapat dua pilihan yaitu (klik):
-
OBI Untuk Perusahaan: Program Korporat yang ditujukan untuk perusahaan dalam rangka meningkatkan sinergi tim (team synergy), kepemimpinan (leadership), komunikasi, dan kinerja.
-
OBI Untuk Sekolah & Orang Muda: Program Sekolah/Remaja yang dirancang untuk pengembangan karakter, peningkatan rasa percaya diri, tanggung jawab sosial, dan self-discovery bagi pelajar.
Terdapat juga program untuk umum yang dapat diikuti oleh masyarakat umum untuk pengembangan diri dan eksplorasi alam dengan nuansa petualang.
OBI berupaya mengembangkan masyarakat dari segala usia dan lapisan melalui serangkaian tantangan di alam terbuka, dengan tujuan:
Untuk menjalankan programnya OBI memastikan instrukturnya berkualifikasi tinggi, yang menjalani pelatihan ekstensif untuk menjamin standar keselamatan dan kualitas program global. |
OBI menggunakan metode Experiential Learning yang sangat menekankan pada pengalaman nyata. Prosesnya secara umum bekerja sebagai berikut:
-
Pemberian Keterampilan (Briefing): Peserta diberikan keterampilan dan panduan yang diperlukan untuk menyelesaikan tantangan tertentu dengan tujuan yang spesifik.
-
Menjalani Tantangan (Action): Peserta menghadapi tantangan yang dirancang untuk mendorong mereka keluar dari zona nyaman. Hal ini memaksa mereka untuk bekerja sama dan memanfaatkan potensi penuh mereka.
-
Diskusi dan Refleksi (Debriefing): Ini adalah tahap paling krusial. Setelah menyelesaikan tantangan, peserta berdiskusi dan merefleksikan pengalaman yang didapat. Mereka belajar tentang diri mereka sendiri, dinamika tim, dan bagaimana pelajaran ini dapat diterapkan dalam kehidupan nyata atau pekerjaan sehari-hari.
