Sampah Di Indonesia
Tim RBeBe - 20 May 2023
Bagi warga yang bermukim di Jakarta dan sekitarnya kondisi per'sampah'an masih memprihatinkan dan miris sekali. Ini kenyataan yang ada terkait sampah:
-
Pemilahan sampah tidak banyak dilakukan warga, semua dicampur jati satu, sampah makanan, sayur, buah, popok kotoran manusia, plastik, bekas batere, kaca dll
-
Warga kebanyakan menyatukan sampah di kantong plastik, tidak ada sosialisasi dan aturan buang sampah yang baik dan benar (konon sebaiknya buang sampah tanpa kantong plastik sehingga mudah dipilah)
-
Saat ada warga yang memilah sampah, petugas sampah hanya memisahkan yang bisa dijual, selebihnya dicampur jadi satu
-
Di Rumah Sakit (dalam pantauan kami) saat petugas sampah mengambil sampah sisa makanan (biasanya jumlahnya banyak karena pasien banyak tidak suka makanan Rumah Sakit), popok kotoran manusia, bekas minum, sisa obat, botol, plastik dan lain sebagainya, semuanya dicampur jadi satu.
-
Saat berkunjung dikampung-kampung, membuang sampah di sungai masih masih jamak, lumrah, kerap terjadi.
Himbauan dan gerakan pemilahan sampah yang kami dengar hanya sayup-sayup (maksudnya jarang), para pengumpul sampah, petugas sampah dan pemulung hanya antusias dengan sampah yang mudah dijual seperti botol plastik, besi, kardus atau bungkus yang bisa dibuat kerajinan. Lebih sayup-sayup lagi himbauan tentang pengolahan sampah organik untuk pembuatan pupuk dimana jarang sekali dilakukan warga, karena proses yang perlu waktu dan tenaga ekstra. Sejauh ini tidak pernah terdengar himbauan serius yang berkelanjutan dengan aksi nyata dari pemerintah atau aturan yang tegas untuk pembatasan, pengelolaan dan pengolahan sampah yang luar biasa banyak itu.

Bagaimana dengan kondisi di luar pulau Jawa? Kami melihat warga yang membuang sampah di sungai jumlahnya tidak tanggung-tanggung, sekali buang bisa beberapa karung sampah sekaligus. Sedikit bisa dipahami karena petugas pengumpul sampah tampaknya hanya menjangkau daerah dekat jalan raya.
Aturan serius, tegas namun bersahabat perlu diterapkan sembari memberikan akses pelayanan pembuangan sampah, pendampingan dan edukasi yang terus menerus. Pendekatan, koordinasi dan komunikasi yang baik dari tingkat RT, RW, Kelurahan/Desa, Kota, Provinsi sampai Pusat/Kementerian.
Gambar dan data dibawah dilansir dari databoks:
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sampah seluruh Indonesia tahun 2020 sejumlah 67,8 juta ton, dimana yang terbesar yaitu 37,3% berasal dari rumah tangga dan berikutnya yaitu 16,4% berasal dari pasar tradisional.
Berdasarkan jenisnya, 39,8% adalah sampah sisa makanan, urutan berikutnya yaitu 17% adalah sampah plastik.
(Tim Rbebe)



