Kenapa Rokok Digemari ?

Tim RBeBe - 07 September 2025

🚬 Rokok digemari karena nikotin membuat ketagihan, memberi ilusi rileks, percaya diri, dan jadi "kekuatan" sosial. Tapi di balik itu, rokok menyerang hampir seluruh organ tubuh: dari paru-paru, jantung, pembuluh darah, otak, mulut, sampai organ reproduksi, menyebabkan dampak jangka panjang yang sangat merugikan secara luas.

Nikotin, Sang Aktor Utama

  • Nikotin cepat sekali masuk ke otak (7–10 detik setelah dihisap).

  • Merangsang pelepasan dopamin → muncul rasa tenang, senang, fokus, dan “reward” instan.

  • Lama-lama, otak terikat, adiksi → tanpa nikotin terasa gelisah, sehingga orang mencari rokok lagi.

Efek Psikologis & Sosial

  • Rokok bisa membuat “lebih percaya diri”, saat sendiri atau bersama.

  • Ritual yang asik: menyalakan korek, menghembuskan asap → jadi kebiasaan, termasuk ritual seperti saat ngopi kopi, kerja, nongkrong, begadang dan seterusnya maka lebih lengkap sambil ngerokok. Otak terbiasa menghubungkan rokok dengan momen tertentu → jadi terasa “kurang lengkap” tanpa rokok.

  • Bisa menghalau stres, cemas, atau bosan.

  • Pengaruh lingkungan juga sangat kuat. Bila orang-orang sekitar merokok maka kemungkinan seseorang akan terbawa arus ikut merokok.

Relatif Murah, Mudah Didapat

1 batang rokok dengan harga mirip dengan harga permen, bisa dinikmati sampai 7 menit. Rokok bisa didapat di mana saja. Namun karena zat adiktifnya, para perokok akan terus menambah porsi merokok dan semakin susah untuk dihentikan.

Demikian penjelasan kenapa rokok digemari. Klik Susunan Materi Edukasi Bebas Rokok di RBeBe.id. Kiranya bermanfaat. Terus semangat. Merdeka Maju Berdaya.

(Tim RBeBe)

Kritik saran mohon sampaikan kepada kami, terimakasih.

Mari bersama (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.