Maryam dan Maria. Dalam Iman yang Berbeda, Kasih Ibu Tetap Universal

Tim RBeBe - 29 November 2022

Dalam jalan iman yang berbeda,
lahir kisah yang saling menyapa.

Maryam dalam Al-Qur’an,
Maria dalam Injil.

Tokoh ibu yang menjadi inspirasi iman, mengandung harapan,
dalam sunyi dan kepasrahan.

Melahirkan kehidupan,
di tengah tanya dan ujian, ada keihklasan

Tanpa sorak, tanpa pembelaan

Tokoh yang mewakili setiap ibu
yang mencintai tanpa syarat,
yang berjuang tanpa suara,
yang setia dalam doa dan pengorbanan.

Karena kasih ibu adalah bahasa kasih yang dipahami semua manusia.

Dalam Islam: Maryam

Di Al-Qur’an, Maryam adalah satu-satunya perempuan yang namanya dijadikan nama surah, yaitu Surah Maryam. Ia juga disebut dalam Surah Ali ‘Imran.

Allah berfirman: 

“Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya…” (QS. At-Tahrim: 12)

Makna Keibuan Maryam

  1. Kesucian dan ketakwaan: Maryam dijaga kehormatannya dan dipilih Allah secara khusus.

  2. Ketaatan dan kepasrahan (tawakal): Ia menerima ketetapan Allah meski menghadapi fitnah masyarakat.

  3. Keteguhan dalam penderitaan: Melahirkan sendirian, menghadapi tuduhan tanpa membela diri.

  4. Perempuan teladan bagi seluruh manusia: Al-Qur’an menegaskan Maryam sebagai contoh bagi orang beriman, laki-laki dan perempuan.

Dalam Islam, Maryam adalah simbol kesalehan, kekuatan batin, dan kehormatan perempuan.

Klik video Ustadz & Pendeta Diskusi Maryam & Maria

Dalam Kekristenan: Maria

Di Kitab Suci Kristiani (Injil Lukas 1–2), Maria digambarkan sebagai:

  • Seorang perempuan sederhana dari Nazaret

  • Dipilih Allah untuk mengandung oleh kuasa Roh Kudus

  • Ibu dari Yesus Kristus

Maria merespons panggilan menjadi ibu walau tanpa suami, dengan kalimat iman yang terkenal:

“Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataan-Mu.” (Luk. 1:38)

Makna Keibuan Maria

  1. Ketaatan total kepada kehendak Allah: Maria menerima rencana yang berat secara sosial dan pribadi.

  2. Kerendahan hati: Ia tidak meninggikan diri meski mendapat peran agung.

  3. Kasih yang berani berkorban: Maria mendampingi Yesus sejak lahir hingga wafat di salib.

  4. Ibu yang menyimpan dan merenungkan: Ia “menyimpan segala perkara di dalam hatinya” (Luk. 2:19).

Dalam Kekristenan, Maria sering dimaknai sebagai teladan iman, kasih, dan kesetiaan seorang ibu.

Makna yang Dapat Diselaraskan Bersama

Meski berada dalam tradisi iman yang berbeda, Maryam dan Maria memiliki irisan makna yang sangat kuat, terutama dalam konteks sosok Ibu:

  • Ibu sebagai Sosok Taat dan Beriman: Keduanya mengajarkan bahwa keibuan bukan hanya soal melahirkan, tetapi kesediaan menyerahkan diri pada kebaikan yang lebih besar.

  • Ibu sebagai Penanggung Derita dalam Diam: Maria dan Maryam sama-sama menghadapi stigma sosial, menjalani penderitaan tanpa kekerasan, mengandalkan iman, bukan pembelaan diri. Ini mencerminkan banyak ibu di dunia nyata yang berjuang tanpa sorotan.

  • Ibu sebagai Sumber Kehidupan dan Harapan: Dari rahim Maria dan Maryam lahir pribadi yang membawa pesan ketuhanan, cinta, dan pembaruan moral. Maknanya: ibu adalah penjaga nilai, bukan sekadar pengasuh fisik.

  • Perempuan Dimuliakan oleh Ketakwaan, Bukan Kekuasaan. Baik Al-Qur’an maupun Alkitab memuliakan mereka bukan karena status sosial, tetapi karena iman, kesucian hati, kesetiaan pada kebenaran

Artikel ini berada di (klik) Susunan Materi Ibu. Kiranya bermanfaat. Terus semangat. Merdeka Maju Berdaya.

(Tim RBeBe)

Kritik dan saran mohon sampaikan kepada kami. Terimakasih.

Mari bantu (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.