CNG Lebih Murah? Kapan Saatnya LPG Diganti
Tim RBeBe - 12 August 2026
1 Kg LPG Setara Berapa CNG?
Untuk membandingkan LPG dan CNG, tidak tepat jika hanya melihat harga per kilogram atau harga tabung. Yang harus dibandingkan adalah energi panas yang dihasilkan.
Secara pendekatan sederhana:
-
1 kg LPG memiliki energi sekitar 46 MJ
-
1 Sm³ gas alam memiliki energi sekitar 35–39 MJ, tergantung komposisi gas
Dengan asumsi gas alam sekitar 37 MJ/Sm³:
1 kg LPG ≈ 1,2–1,3 Sm³ gas alam
Untuk perhitungan bisnis sederhana, kita dapat menggunakan angka:
1 kg LPG = 1,25 Sm³ CNG ekuivalen energi
Bahan bakar |
Energi ekuivalen |
|---|---|
1 kg LPG |
± 1,25 Sm³ gas alam |
10 kg LPG |
± 12,5 Sm³ CNG |
100 kg LPG |
± 125 Sm³ CNG |
1 ton LPG |
± 1.250 Sm³ CNG |
Angka aktual dapat berubah tergantung nilai kalor gas, efisiensi burner, dan karakteristik peralatan.
Simulasi Biaya LPG dan CNGMari menggunakan contoh perhitungan.Karena harga LPG dan CNG berbeda menurut lokasi, jenis pelanggan, volume, kontrak, biaya transportasi, dan infrastruktur, berikut adalah simulasi ekonomi, bukan harga universal.Misalkan:Harga LPG industri:Rp16.000 per kgHarga CNG sampai lokasi pelanggan:Rp7.000 per Sm³Dengan asumsi:1 kg LPG = 1,25 Sm³ CNGMaka biaya energi yang setara:LPG1 kg × Rp16.000= Rp16.000CNG1,25 Sm³ × Rp7.000= Rp8.750Secara teoritis, penghematan:Rp16.000 – Rp8.750 = Rp7.250/kg LPGatau:
Tetapi angka tersebut belum memperhitungkan investasi. |
Biaya Investasi Beralih dari LPG ke CNG
Inilah bagian yang sering terlupakan.
Untuk pelanggan dengan penggunaan besar, sistem CNG dapat membutuhkan:
-
CNG storage;
-
manifold;
-
pressure reducing unit;
-
regulator;
-
meter gas;
-
pipa;
-
modifikasi burner;
-
sistem keselamatan;
-
detector gas;
-
instalasi;
-
commissioning;
-
inspeksi dan pemeliharaan.
Besarnya investasi sangat tergantung kapasitas.
Sebagai ilustrasi:
Kapasitas pengguna |
Perkiraan karakter proyek |
|---|---|
Usaha kecil |
Investasi bisa terlalu mahal dibanding konsumsi |
Restoran menengah |
Mulai memungkinkan bila pasokan CNG tersedia |
Hotel/restoran besar |
Berpotensi ekonomis |
Laundry besar |
Berpotensi ekonomis |
Industri kecil-menengah |
Sangat tergantung jam operasi |
Pabrik |
Potensi penghematan tinggi |
Misalkan investasi sistem:
Rp500 juta
Jika penghematan bahan bakar Rp7.250 per kg LPG, maka titik impas investasi tergantung volume pemakaian.
Minimal Pemakaian LPG agar Layak Beralih ke CNG?Gunakan rumus sederhana:Penghematan bulanan = konsumsi LPG × penghematan per kgJika:
Maka:Pemakaian 1 ton LPG per bulan1.000 kg × Rp7.250= Rp7,25 juta per bulanInvestasi Rp500 juta membutuhkan:Rp500 juta ÷ Rp7,25 juta= sekitar 69 bulan atau 5,8 tahunTerlalu lama untuk sebagian besar bisnis. |
Pemakaian LPG/bulan |
Estimasi penghematan/bulan |
Payback investasi Rp500 juta |
|---|---|---|
500 kg |
Rp3,6 juta |
± 11,5 tahun |
1 ton |
Rp7,25 juta |
± 5,8 tahun |
2 ton |
Rp14,5 juta |
± 2,9 tahun |
3 ton |
Rp21,75 juta |
± 23 bulan |
5 ton |
Rp36,25 juta |
± 14 bulan |
10 ton |
Rp72,5 juta |
± 7 bulan |
20 ton |
Rp145 juta |
± 3–4 bulan |
Kesimpulan awal:
Dengan asumsi investasi Rp500 juta dan selisih harga energi seperti simulasi di atas, maka:
Penggunaan di bawah sekitar 1–2 ton LPG per bulan biasanya belum terlalu menarik jika seluruh investasi harus ditanggung sendiri.
Sedangkan:
Mulai sekitar 3 ton LPG per bulan, CNG patut dihitung secara serius.
Dan:
Di atas 5 ton LPG per bulan, CNG berpotensi sangat menarik secara ekonomi, terutama bila investasi dapat ditekan atau ditanggung melalui skema kerja sama dengan pemasok.
Namun angka ini harus disesuaikan dengan harga aktual di lokasi pelanggan.
6. Rumus Cepat Menentukan Kelayakan
Perusahaan dapat menggunakan rumus berikut:
Langkah 1: Hitung harga CNG ekuivalen per kg LPG
Harga CNG × 1,25
Contoh:
Rp7.000 × 1,25
= Rp8.750
Langkah 2: Hitung penghematan per kg
Harga LPG – biaya CNG ekuivalen
Contoh:
Rp16.000 – Rp8.750
= Rp7.250/kg
Langkah 3: Hitung penghematan bulanan
Pemakaian LPG bulanan × penghematan per kg
Langkah 4: Hitung Payback Period
Total investasi ÷ penghematan bulanan
Sebagai patokan umum:
-
Payback > 5 tahun: kurang menarik
-
3–5 tahun: perlu dipertimbangkan
-
2–3 tahun: layak
-
1–2 tahun: menarik
-
< 1 tahun: sangat menarik
Investasi CNG Ditanggung Penyedia
Misalkan pemasok CNG menyediakan:
-
storage;
-
pressure reduction system;
-
instalasi;
-
monitoring;
-
maintenance;
-
inspeksi keselamatan.
Pelanggan hanya membayar gas berdasarkan pemakaian.
Dalam kondisi tersebut, hambatan investasi pelanggan dapat turun drastis.
Maka perusahaan dengan konsumsi hanya:
1–2 ton LPG per bulan
pun dapat mulai mempertimbangkan CNG.
Namun pelanggan harus memperhatikan:
-
kontrak minimum pembelian;
-
jangka waktu kontrak;
-
harga gas;
-
biaya transportasi;
-
biaya standby;
-
denda minimum volume;
-
kepastian pasokan;
-
siapa yang bertanggung jawab atas peralatan.
13. Kesimpulan: Berapa Minimal Pemakaian LPG agar Layak?
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk seluruh Indonesia karena harga LPG, harga CNG, biaya transportasi, dan investasi berbeda-beda.
Tetapi berdasarkan simulasi:
Jika pelanggan membeli sendiri seluruh sistem CNG:
Di bawah 1 ton LPG/bulan
Umumnya belum menarik.
1–2 ton LPG/bulan
Masih perlu dihitung dengan sangat hati-hati.
3–5 ton LPG/bulan
Mulai layak dilakukan studi kelayakan.
Di atas 5 ton LPG/bulan
CNG berpotensi menarik secara ekonomi.
Di atas 10 ton LPG/bulan
Potensi penghematan dapat menjadi sangat besar dan investasi infrastruktur lebih mudah dikembalikan.
Namun jika penyedia CNG menawarkan skema:
-
tanpa investasi awal;
-
sewa peralatan;
-
build-own-operate;
-
atau sistem berbagi penghematan,
maka ambang minimal penggunaan LPG dapat turun secara signifikan.
Penutup
Peralihan dari LPG ke CNG seharusnya tidak dilihat hanya sebagai pergantian jenis bahan bakar.
Ini adalah perubahan dari sistem energi berbasis tabung dan distribusi LPG menjadi sistem yang lebih bergantung pada infrastruktur, volume konsumsi, kontrak pasokan, dan manajemen keselamatan.
Bagi Indonesia, CNG memiliki nilai strategis karena berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG. Pemerintah pada 2026 memang sedang mengembangkan dan mengkaji pemanfaatan CNG sebagai alternatif LPG, sementara regulasi harga gas tertentu untuk sektor industri juga terus diperbarui.
Tetapi secara bisnis, pertanyaan yang paling penting bukan:
“Apakah CNG lebih murah daripada LPG?”
Pertanyaan yang lebih tepat adalah:
“Berapa biaya energi CNG sampai ke lokasi saya, berapa investasi yang dibutuhkan, dan berapa lama penghematan tersebut dapat mengembalikan investasi?”
Karena bagi pengguna kecil, LPG mungkin tetap lebih praktis.
Tetapi bagi pengguna dengan konsumsi 3–5 ton LPG per bulan atau lebih, terutama yang beroperasi setiap hari dan memiliki pasokan CNG yang stabil, peralihan ke CNG sudah sangat layak untuk dihitung secara serius.
Rumus sederhana keputusan:
Jika investasi ÷ penghematan bulanan menghasilkan pengembalian kurang dari 2–3 tahun, maka proyek konversi LPG ke CNG umumnya sudah layak dipertimbangkan.
