Kesenangan VS Perencanaan Keuangan
Tim RBeBe - 11 February 2025
Saat seseorang tidak memahami dan bersikap tepat serta bijak dalam penggunaan uang, kondisi kehidupan seseorang berpotensi kacau dan menyeret ke dalam jurang kekacauan.
Karakter Otak
Otak manusia cenderung suka kesenangan instan daripada tujuan jangka panjang. Secara psikologis, manusia memang cenderung memilih reward cepat (instant gratification) daripada keuntungan jangka panjang atau manfaat besar yang baru akan dirasakan nanti, misalnya:
-
Beli makan karena enak walaupun mahal.
-
Beli barang karena bagus atau menyenangkan.
-
Ikut kegiatan karena takut ketinggalan tren
Bila gaya hidup ini terus berulang, akan menjadi ancaman bagi kehidupan yang baik dan sehat, apalagi bila kondisi keuangan terbatas, maka yang bisa terjadi adalah kondisi finansial dan kehidupan juga kacau.
Perencanaan Keuangan
Dalam perencanaan keuangan, selain bergaya hidup yang aman dan sehat, pengeluaran yang terkontrol, dipikirkan juga tabungan sebagai dana darurat dan keperluan kedepan, kemudian investasibisa dilakukan sesuai situasi dan kondisi. Namun itu semua tidak akan terwujud bila seseorang tidak mengontrol gaya hidup dan pengeluarannya.
Keinginan akan Kesenangan
Ada tujuan, maka timbul keinginan, atau bisa juga ada keinginan, maka dirancanglah tujuan. Setiap manusia, dari bangun sampai tidur lagi, dari lahir sampai mati, dipenuhi dengan keinginan. Setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik. Ingin mandi dengan tujuan bersih, dengan tujuan hidup atau kenyang maka ingin makan, ingin bersekolah dengan tujuan lulus, dapat kerja dan seterusnya. Keinginan dan tujuan tidak bisa dipisahkan.
Tujuan ada untuk memuaskan keinginan, keinginan ada untuk mencapai tujuan yang semuanya berujung pemenuhan berbagai rasa, bisa senang atau bahagia.
Kesenangan: puas, lega, nikmat, nyaman, aman, seru, asik, enak atau keuntungan (material atau inmaterial) seperti dapat uang, harta, disanjung, dihormati, prestis, terkenal, naik jabatanKebahagiaan: mempunyai arti, makna dan nilai baik (seperti berperilaku bijak, berbuat positif, pengorbanan, ibadah, syukur, cinta kasih) yang mendatangkan kedamaian dan ketenangan. |
Klik Pleasure Awareness, Seramnya Kebanyakan Senang-Senang (rbebe.id)
Keinginan akan kesenangan yang berlebihan, mengejar nikmat secara tak terkontrol dan serampangan mendorong seseorang menjadi serakah, rakus, seperti makan/minum sembarangan, makan sampai kekenyangan, kemewahan berlebihan, ingin lebih kaya, terkenal, dihormati dan lain sebagainya.
Keinginan akan kesenangan yang tak terkontrol berpotensi membuat seseorang berperilaku tidak etis seperti berbohong, selingkuh, menipu, dan berbagai pelanggaran hukum lainnya seperti merampok, bahkan pembunuhan karena mengejar kesenangan tersebut.
Dalam perencanaan keuangan, keinginan akan kesenangan yang berlebihan mendorong gaya hidup komsumtif atau boros. Nafsu, ego tinggi, seringkali menjadi biang kerok perencanaan dan tata kelola keuangan yang amburadul dan kacau. Pengeluaran yang berlebihan, besar pasak daripada tiang, pengeluaran lebih besar daripada pemasukan, pembelanjaan tak terukur, tak terkontrol, menyebabkan ambruknya pondasi finansial seseorang, bangkrut, banyak hutang sampai menjadi miskin.
Kesenangan Mudah Naik, Sulit Turun
Saat pendapatan seseorang naik, biasanya diikuti gaya hiduo yang lebih boros. Begitu terbiasa makan enak, nongkrong di tempat bagus, dan beli barang-barang premium, standar hidup meningkat. Ini disebut Lifestyle Inflation (inflasi gaya hidup). Bila ada uang lebih maka makan cari yang lebih enak, nongkrong di tempat yang lebih bagus, barang-barang yang dibeli juga naik kelas. Masalahnya: keuangan tidak selalu aman dan bila tidak diikuti pengelolaan keuangan yang baik maka gaya hidup konsumtif akan merusak finansial seseorang.
Arahan dan Solusi
Waspadalah akan keinginan yang biasanya mengarah pada kesenangan dan kesenangan yang berlebihan akan merusak. Hindari mengumbar nafsu akan kesenangan semata. Semua yang berlebihan akan menjadi racun, perlu keseimbangan.
Kesenangan yang terukur itu sehat bagi fisik dan psikis, agar bisa hidup gembira dan bersemangat. Untuk membiayai kesenangan yang terukur maka disesuaikan dengan kondisi keuangan/finansial yang aman dan sehat, bekali diri dengan:
-
Pengendalian diri yang baik
-
Pengetahuan akan perencanaan keuangan,
-
Diskusi dan litersi finansial
Bangun pola pikir dan perilaku: (Klik) Senang Secukupnya, Bahagia Sepenuhnya (rbebe.id)
|
Latih diri menunda kesenangan (delay gratification). Ada nasihat bila punya keinginan akan kesenangan, tunda 3x24 Jam, itu akan membuat proses berpikir dan evaluasi:
-
"Ini kebutuhan atau hanya emosi sesaat?"
-
"Jika saya tunda 3x24 jam (atau lebih lama), masih ingin atau tidak?"
Biasanya 70% keinginan konsumtif hilang hanya karena ditunda.
📊Buat Catatan dan Evaluasi “Pengeluaran Kesenangan”
Sehingga pola akan terlihat, dan kesadaran akan muncul. |
Arahkan langkah pada peningkatan kualitas diri, kompetensi, nilai, kebermaknaan, kemanusiaan, ibadah dan kebaikan.
Dengan hidup bijak, efisien dan efektif akan membangun kesadaran dan kontrol pada kesenangan, sehingga keuangan sehat, kualitas kehidupan lebih baik dan bermakna, termasuk relasi yang harmonis.
Artikel ini adalah bagian dari (klik) Susunan Edukasi Perencanaan Keuangan (rbebe.id). Kiranya bermanfaat, terus semangat. Merdeka Maju Berdaya.
(Tim RBeBe)
Kritik saran mohon sampaikan kepada kami, terimakasih.
Mari bersama (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.

