Riwayat Kehidupan R.A. Kartini

Tim RBeBe - 10 November 2025

Klik Kartini @Wikipedia untuk mengetahui riwayat sampai kontroversi seputar sosok Raden Ajeng Kartini yang dikenal sebagai pahlawan yang memperjuangkan kesetaraan kaum wanita. yang saat itu sangat direndahkan.

R.A. Kartini lahir di Jepara Jawa Tengah 21 April 1879, berasal dari kalangan bangsawan, anak bupati Jepara.

Kartini sempat bersekolah sampai usia 12 tahun dimana ia belajar membaca, menulis dan fasih bahasa Belanda. 

Usia 12 tahun Kartini mulai dipingit, tidak boleh keluar rumah dan berhenti sekolah, sabagai tradisi untuk mempersiapkan pernikahan

Selama dipingit Kartini tetap membaca buku dan menulis banyak surat yang dikirimkan kepada sahabat-sahabatnya, khususnya warga Belanda yang pemikirannya dianggap bisa memahami secara intelektual.

Surat-surat Kartini banyak berbicara tentang pendidikan, kebebasan perempuan, kritik sosial, pergulatan batin, harapan akan masa depan.

Di usia 24 tahun Kartini menikah dengan bupati Rembang yang sudah beristri yang mengijinkan ia membuka sekolah untuk kaum perempuan di Rembang.

Tanggal 17 September 1904 di usia 25 tahun, Kartini wafat, beberapa hari setelah melahirkan anak pertama sekaligus satu-satunya yang dinamakan Soesalit Djojoadhiningrat.

Surat-surat Kartini yang ditulis dalam bahasa Belanda dibukukan oleh sahabat korespondensinya, Jacques Henrij Abendanon, seorang Belanda. Di Indonesia buku tersebut diberi judul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Tulisan Kartini dalam surat-suratnya menjadi sangat terkenal di Belanda, sampai ada beberapa kota yang nama jalannya memakai nama Kartini seperti jalan R.A. Kartinistraat, Kartinistraat, dan Raden Adjeng Kartinistraat. Surat-surat Kartini dianggap sebagai simbol pendidikan perempuan dan ia dianggap tokoh kemajuan pribumi.

Paska Kartini wafat, Sekolah Kartini didirikan di berbagai kota oleh pemerintah Hindia Belanda dengan tokoh kunci penggerak yaitu Jacques Henrij Abendanon, dimana sekolah tersebut membuka akses belajar bagi kaum perempuan.

Setiap tanggal 21 April- sejak pemerintahan Soekarno-, ditetapkan sebagai hari Kartini. Penetapannya mempunyai hubungan dalam konteks politik dan sosial zaman itu , termasuk terkait isu perempuan dan buruh.

Klik Surat-Surat Kartini (rbebe.id) Sosok RA Kartini meneguhkan agar kita menghargai wanita seperti juga terhadap pria. Dan untuk para wanita Indonesia khususnya, agar semakin menjadi pribadi yang bersinar, bermanfaat  dan berprestasi dalam berbagai aspek sesuai peran dan situasinya, pancarkan kebaikan dan kemuliaan sosok wanita. Klik Susunan Materi Kartini (rbebe.id) Kiranya bermanfaat. Terus semangat.

(Tim RBeBe)

Kritik saran mohon sampaikan kepada kami. 

Terimakasih.Mari bantu (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.