“Karena Kita” Lagu Lengkap dari Natal Sampai Salib
Tim RBeBe - 01 April 2026
Klik video We Are the Reason - David Meece (Extended Life Worship)
Lagu We Are The Reason yang ditulis dan dipopulerkan oleh David Meece pada tahun 1980 kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan dinyanyikan oleh Sammy Simorangkir.
Lagu ini memiliki kedalaman makna teologis sekaligus emosional yang sangat kuat. Lagu ini bukan sekadar nyanyian yang diawali narasi natal, tetapi sebuah refleksi utuh tentang perjalanan hidup Yesus Kristus, dari palungan hingga pengorbanan salib.
Waktu kecil kita merindukan natalHadiah yang indah dan menawanNamun tak menyadariSeorang bayi telah lahirBawa keselamatan 'tuk manusia |
Waktu pun berlalu dan kita pun tahuAnugrah yang besar dari BapaYang relakan AnakNyaDisiksa dan disalibkan di Bukit KalvariKarena kasih
Karena kita Dia menderitaKarena kita Dia disalibkanAgar dunia yang hilang diselamatkanDari hukuman kekal |
Klik video: Karena Kita, Sammy Simorangkir, visual: The Passion Of The Christ (Elizabeth Ruth)
Sejak bait pertama, lagu ini mengajak pendengarnya untuk menengok kembali makna Natal. Sebagian besar umat Kristiani merayakan dengan sukacita. Namun, di balik semua itu, terselip sebuah kengerian yang teramat sangat: bayi itu akan menanggung derita yang luar biasa, yang akan berakhir di salib, di Bukit Kalvari. Realitas yang pahit dan penuh pengorbanan. Kelahiran itu tidak berdiri sendiri, ada tujuan besar yang mengikutinya, keselamatan manusia yang harus ditempuh melalui jalan penderitaan.
Klik video Karena Kita, vocal wanita - Michela Thea (Carles Situmorang)
Lagu ini mengundang refleksi mendalam. Umat diajak untuk melihat hidupnya: apakah selama ini hanya menikmati berkat tanpa menyadari harga yang telah dibayar?
Dalam perspektif iman, ini adalah pengorbanan kasih yang radikal. Dalam pemahaman Tritunggal, Allah rela merendahkan diri, masuk ke dalam dunia manusia, mengalami penderitaan, bahkan kematian, demi menebus ciptaan-Nya yang jatuh dalam dosa.
Di tengah dunia yang begitu suram, syair lagu ini “mengoyak kepiluan” dan "menguras" air mata, menghantar umat untuk:
-
Melihat jujur pada kehidupan, tentang dunia dan kemunafikan
-
Menghayati pengorbanan kasih yang begitu besar, tak tertandingi
-
Bertobat, keluar dari kegelapan dan kembali pada terang Tuhan
-
Hidup dalam rasa syukur dengan perbuatan baik yang nyata.
Memaknai natal tanpa salib tidak akan lengkap, dan salib tanpa kelahiran akan kehilangan konteksnya.
Klik Susunan Materi Natal @rbebe.id. Klik Susunan Materi (Pra) Paskah @rbebe.id. Kiranya bermanfaat, terus semangat. Merdeka Maju Berdaya.
(Tim RBeBe Seksi Edukasi Kristiani)
Kritik dan masukan mohon sampaikan kepada kami. Terimakasih.
Mari bantu (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.




