Isra’ Mi’raj dan Kontroversinya
Tim RBeBe - 16 January 2026
Isra’ Mi’raj adalah peristiwa penting dalam Islam yang memperingati perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW📆 Tanggalnya mengikuti kalender Hijriyah, umumnya 27 Rajab tiap tahunnya.
Makna Isra’ Mi’raj terdiri dari dua bagian:
-
Isra’: perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem.
-
Mi’raj: kenaikan Nabi dari Masjidil Aqsa naik melalui tujuh lapis langit hingga bertemu Allah SWT di Sidratul Muntaha.
Peristiwa Isra’ Mi’raj bukan hanya sebuah perjalanan, tetapi mengandung pesan inti yang mendalam:
-
Meneguhkan keimanan kepada Allah SWT dan kebesaran-Nya.
-
Menegaskan kewajiban salat lima waktu sebagai pilar penting dalam Islam.
-
Memberi semangat spiritual, penguatan rohani, dan motivasi dalam kehidupan beragama.
🧠 Kontroversi dalam Tafsir dan KepercayaanWalaupun dianggap mukjizat dan ajaran penting dalam Islam, ada beberapa perdebatan di kalangan ulama terkait detail peristiwa ini:📌 Tafsir Al-Qur’anAyat yang menjadi dasar Isra’ Mi’raj adalah Surat Al-Isra’ ayat 1. Namun, ulama berbeda pendapat apakah perjalanan itu fisik (tubuh Nabi benar-benar berpindah) atau ruhani/visi spiritual semata.📌 Kapan Terjadinya?Tidak ada konsensus mutlak tentang tahun pastinya ketika peristiwa itu terjadi. Beberapa ulama menyebut tahun tertentu pada masa kenabian, tetapi semua ini bersifat interpretasi berdasarkan riwayat, bukan fakta sejarah yang pasti.📌 Praktik PeringatanBeberapa kelompok Muslim berpendapat bahwa merayakan Isra’ Mi’raj (dengan festival, puasa, atau ibadah khusus malam itu) adalah bid’ah (amalan baru yang tidak dilakukan Nabi dan sahabat). Mereka berargumen bahwa Nabi sendiri dan sahabat tidak pernah memperingati peristiwa ini sebagai hari besar.
|
Di Indonesia Isra’ Mi’raj ditetapkan sebagai hari libur nasional setiap tahunnya. Ini bertujuan memberi kesempatan kepada masyarakat Muslim untuk merayakan dan memperingati peristiwa spiritual tersebut.
Umat Islam biasanya memperingati Isra’ Mi’raj dengan:
-
Pengajian dan ceramah agama di masjid atau balai pertemuan.
-
Kajian ilmu Islam tentang makna perjalanan dan hikmahnya.
-
Dzikir, salat sunnah, dan membaca Al-Qur’an sebagai refleksi spiritual.
-
Kegiatan sosial dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.
Beberapa komunitas juga memperbanyak ibadah malam untuk menghayati perjalanan Nabi. Namun, kegiatan ini lebih bersifat budaya keagamaan, bukan kewajiban ritual yang universal.
Di banyak negara dengan mayoritas muslim seperti Malaysia, Pakistan, dan negara-negara Arab, Isra’ Mi’raj diperingati dengan ceramah, doa, dan kajian keagamaan.Di beberapa tempat juga dikenal sebagai malam khusus (Shab-e-Miraj) di mana umat melakukan doa dan ibadah malam.Tidak semua negara Muslim menjadikannya hari libur nasional. |
Artikel ini bagian dari (klik) Susunan Edukasi Isra Miraj @rbebe.id
Kiranya bermanfaat. Terus semangat. Merdeka Maju Berdaya.
(Tim RBeBe)
Kritik dan saran mohon sampaikan kepada kami. Terimakasih.
Mari bantu (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.

