Penyebab Cerai & 3 Resep Ampuh HIndari | Langgeng

Tim RBeBe - 11 August 2024


Gambar: Liputan6.com, Angka Perceraian..

Bila ditambah kasus yang tidak terdata, tentu angka perceraian lebih banyak dari 447.743 ribu kasus, memprihatinkan bukan? 

Saat ini-karena berbagai faktor-, relasi antar manusia-termasuk dalam pernikahan-, semakin dangkal, rapuh dan mudah goyah. Pasangan sangat perlu mempersiapkan mental untuk menghadapi pemicu dan berbagai tantangan relasi yang semakin besar, tak terduga, terkadang rumit atau bahkan sepele, namun berdampak merusak pernikahan.

Penyebab Cerai (Data Badan Peradilan Agama 2021) 

  • 279.205 kasus perselisihan dan pertengkaran berkelanjutan (tidak harmonis)

  • 113.343 kasus alasan ekonomi

  • 42.387 kasus salah satu pihak yang meninggalkan.

  • 4.779 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

  • 1.779 kasus mabuk, 1.447 kasus murtad , 893 kasus poligami

Tiga Resep Terbaik Kami Untuk Pernikahan Langgeng & Positif

1. Bangun kualitas diri.

Pernikahan itu membangun kualitas diri. Dimulai dengan pola pikir, tindakan lalu kebiasaan sendiri, bukan menuntut perubahan pada pasangannya, tapi melihat diri sendiri. Kualitas diri utamanya mengarah pada karakter positif dan mental yang sehat, dimana bisa diwujudkan berbagai cara, termasuk melalui ajaran agama masing-masing.

2. Bangun komunikasi berkualitas. 

Pernikahan itu membangun komunikasi berkualitas. Dari saat bertemu awal, masa pengenalan, persiapan pernikahan sampai menjalani pernikahan, komunikasi perlu mendengarkan, transparan, jujur, tulus, berniat baik, bertanggungjawab (klik komunikasih) dan pondasi orang beragama/percaya Tuhan adalah komunikasi kepada Nya.

3. Lakukan aktifitas harian, gaya hidup dan pergaulan yang positif. 

Godaan keburukan saat ini semakin banyak dan besar. Cari aktifitas harian yang aman, sesuai situasi-kondisi, seimbang, nyaman, komunikatif dan menyuburkan kualitas relasi. Contohnya membiasakan untuk saling memberitahu kabar, bercerita, bergaul di lingkungan komunitas olahraga, sosial, kerohanian, membeli barang sesuai kebutuhan, berusaha menabung dan seterusnya. 

Hindari:

  • Hindari "bermain api": jauhi godaan, lingkungan buruk, pergaulan dan orang buruk, banyak orang merasa aman namun ternyata "terbakar", banyak orang merasa kuat namun ternyata lemah dan jatuh dalam godaan.

  • Saat emosi, hindari membuat keputusan atau bahkan hindari mengatakan sesuatu. Kondisi emosional cenderung tidak bisa berpikir jernih, berkata kasar, perilaku tidak terkontrol dan seterusnya. Saat emosi tinggi menjauhlah sejenak atau waspada (kalau perlu dan memungkinkan, jauhi) orang yang sedang emosional.

  • HIndari kesenangan yang buruk dan merusak, selalu ada pilihan kesenangan yang sehat, baik dan membangun.

Selaras segala hal tersebut diatas, maka sikap menghargai, memahami, menyadari kekurangan, merendahkan hati dan mengampuni (semua dirangkum dalam "kasih") perlu terus dilakukan. Klik pembekalan pernikahan lainnya di Ruang Belajar Perkawinan - Pernikahan. Semoga bermanfaat. Tetap semangat.

(Artikel ini bekerjasama dengan program Langgeng)

Kritik dan masukan mohon sampaikan kepada kami. Terimakasih.

Mari bantu (klik) Wujudkan 100 Materi Belajar Bagi Masyarakat.