Dongeng Virtual

Tim RBeBe - 08 March 2022

Saat pandemi Covid-19 melanda sejak tahun 2019, mayoritas kegiatan tatap muka ditiadakan termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah. 

Dulu, berbagai cara dilakukan untuk menghindarkan anak dari handphone. Saat ini, handphone menjadi solusi kegiatan, tatap muka secara virtual. Saat cara virtual menjadi kebiasaan belajar mengajar, kerinduan akan kegiatan virtual yang ramah anak semakin kuat. Sapaan yang bersahabat disertai kegiatan yang edukatif dinantikan dan dibutuhkan anak. Seperti kegiatan mendongeng jarak jauh dan virtual.

Kegiatan dongeng hadir menjawab kebutuhan anak, khususnya yang berusia dini, namun secara umum untuk segala usia. Dongeng secara virtual membuat cara-cara mendongeng semakin berfariasi. Dongeng virtual maksudnya menggunakan internet dan gawai seperti laptop dan handphone. Hal ini bisa terjadi contohnya saat orangtua jauh dari anak, berada di luar kota atau guru/pengajar/pendidik kepada siswanya atau fasilitator terhadap audiensnya.

Yang perlu diperhatikan saat melakukan dongeng virtual khususnya terhadap anak usia dini, ingatkan anak untuk tetap menjaga kesehatannya-termasuk mata-, dengan: 

  • Melihat gawai (gadget) diruangan yang terang

  • Menjaga jarak aman antara mata dengan gawai. Untuk HP sekitar 40-60 cm. Jarak aman ini juga menghindari radiasi elektronik (agar suara tetap jelas bisa menggunakan headphone)

  • Semakin besar layar, semakin baik (untuk HP, bisa memakai kotak pembesar layar HP atau HP disambungkan pada TV Digital) walau layar besar tetap jaga jarak menatap layar

  • Tidak terlalu lama menatap gawai dan berhenti menatap saat lelah, ingat untuk mengedipkan mata (bila terlalu lama atau mata lelah bisa melakukan relaksasi mata dengan memandang benda tak bergerak yang jauh serta dominan berwarna hijau seperti pepohonan).

  • Atur kecerahan gawai (tidak terlalu gelap ataupun tidak terlalu terang)

Berbagai Hal Terkait Dongeng Virtual

  • Menggunakan sambungan internet dan gawai (gadget) seperti handphone, laptop, TV Digital dan lain sebagainya

  • Menggunakan berbagai aplikasi panggilan audio (dengan suara saja) dan video (dengan gambar)

  • Bisa memutarkan video atau musik dari berbagai portal dan situs

  • Wajah pendongeng bisa tidak diperlihatkan agar anak fokus pada ilustrasi gambar atau video yang ditayangkan